/photo/2022/06/15/flushing-oli-matikjpg-20220615055127.jpg)
Pemilik mobil transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) wajib memahami informasi penting ini agar tidak salah perawatan. Masih banyak bengkel yang menawarkan flushing oli matik pada mobil CVT, padahal secara teknis CVT tidak membutuhkan proses flushing seperti transmisi otomatis konvensional (AT).
Kesalahan informasi ini sering membuat pemilik kendaraan mengeluarkan biaya lebih mahal tanpa manfaat signifikan. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan CVT dan AT, alasan teknis mengapa CVT tidak perlu flushing, serta tips perawatan yang benar agar transmisi tetap awet.
Apa Itu Flushing Oli Matik?
Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan flushing oli matik.
Flushing oli transmisi adalah proses penggantian oli transmisi secara menyeluruh menggunakan mesin khusus. Mesin ini mendorong oli lama keluar dan menggantinya dengan oli baru, termasuk oli yang berada di sela-sela komponen internal transmisi.
Proses ini umum dilakukan pada:
-
Transmisi otomatis konvensional (AT)
-
Transmisi dengan planetary gear set
-
Transmisi yang memiliki banyak celah mekanis
Namun, apakah metode ini juga berlaku untuk CVT? Jawabannya: tidak selalu.
Perbedaan Transmisi CVT dan AT Konvensional
1. Konstruksi Internal
Transmisi AT Konvensional
-
Menggunakan sistem gir (gear) bertingkat
-
Memiliki planetary gear set
-
Terdiri dari sun gear, ring gear, dan carrier
-
Banyak celah tempat oli bisa tertinggal
Transmisi CVT
-
Menggunakan sistem pulley dan sabuk baja (steel belt)
-
Tidak menggunakan planetary gear
-
Sistem lebih sederhana
-
Sirkulasi oli lebih simpel
Menurut Affan dari bengkel JM Autoworkz dan Anugerah Motor, sistem CVT hanya memiliki satu jalur sirkulasi utama, sehingga ketika mesin dimatikan, oli dan kotoran akan terkumpul di bak oli (oil pan).
Kenapa Mobil CVT Tidak Perlu Flushing Oli?
Ini poin terpenting yang sering disalahpahami.
1. Sistem Sirkulasi Lebih Sederhana
Pada CVT, ketika mesin mati:
-
Oli transmisi turun ke bak oli
-
Tidak banyak oli yang tertinggal di celah mekanis
-
Tidak ada planetary gear yang menyimpan residu oli
Berbeda dengan AT konvensional:
-
Oli bisa mengendap di sela-sela planetary gear
-
Membutuhkan flushing untuk mengeluarkan sisa oli lama
2. Risiko Kerusakan Jika Dipaksa Flushing
Flushing pada CVT justru berisiko jika:
-
Tekanan mesin flushing terlalu tinggi
-
Kotoran terdorong masuk ke valve body
-
Seal atau komponen internal rusak
Beberapa teknisi bahkan menyarankan hindari flushing pada CVT kecuali direkomendasikan pabrikan.
3. Cukup Drain & Refill
Untuk CVT, metode yang direkomendasikan adalah:
-
Kurangi oli melalui baut tap (drain plug)
-
Bersihkan bak oli jika diperlukan
-
Ganti filter bila ada
-
Isi ulang sesuai takaran dan spesifikasi
Metode ini sudah cukup menjaga performa CVT tetap optimal.
Bahaya Jika Salah Perawatan CVT
Jika Anda mengikuti saran bengkel yang tidak tepat, risikonya:
-
Biaya servis membengkak
-
Komponen CVT aus lebih cepat
-
Timbul gejala slip
-
Getaran saat akselerasi
-
Kerusakan valve body
Padahal, transmisi CVT terkenal sensitif terhadap jenis oli dan tekanan kerja.
Kapan Oli CVT Harus Diganti?
Setiap pabrikan memiliki interval berbeda, tetapi umumnya:
-
20.000 – 40.000 km untuk penggunaan berat
-
40.000 – 60.000 km untuk penggunaan normal
Selalu periksa:
-
Buku manual kendaraan
-
Spesifikasi oli CVT (jangan pakai oli AT biasa)
-
Level oli via dipstick (jika tersedia)
Gunakan hanya oli khusus CVT, bukan ATF biasa.
Tanda-Tanda Oli CVT Harus Diganti
Perhatikan gejala berikut:
-
Akselerasi terasa berat
-
RPM naik tapi mobil lambat
-
Getaran saat start
-
Bunyi dengung dari transmisi
-
Warna oli berubah menjadi gelap dan bau terbakar
Jika muncul tanda-tanda ini, segera lakukan penggantian oli.
Tips Agar Tidak Ditipu Bengkel
Berikut langkah praktis agar tidak dirugikan:
- Tanyakan Dasar Teknisnya
Mintalah penjelasan teknis mengapa CVT Anda perlu flushing. - Cek Buku Manual
Jika tidak direkomendasikan pabrikan, jangan lakukan. - Hindari Tawaran yang Terlalu Memaksa
Jika bengkel terlalu ngotot menawarkan flushing tanpa alasan jelas, waspada. - Gunakan Bengkel Spesialis
Pilih bengkel yang memang memahami karakter CVT.
Perawatan CVT yang Benar
Agar transmisi CVT awet hingga ratusan ribu kilometer:
-
Ganti oli rutin sesuai jadwal
-
Gunakan oli spesifikasi tepat
-
Hindari akselerasi mendadak berulang
-
Jangan sering menahan mobil di tanjakan tanpa rem
-
Lakukan pengecekan berkala
CVT yang dirawat benar bisa bertahan sangat lama tanpa perlu overhaul.
FAQ Seputar Flushing Oli CVT
- Apakah semua mobil CVT tidak boleh flushing?
Sebagian besar tidak memerlukan flushing. Namun, selalu cek rekomendasi pabrikan masing-masing merek. - Apa beda flushing dan kuras biasa?
Flushing menggunakan mesin bertekanan untuk mengganti seluruh oli. Kuras biasa hanya mengeluarkan oli dari bak oli. - Apakah flushing bisa merusak CVT?
Bisa, jika tekanan terlalu tinggi atau prosedur tidak sesuai. - Berapa biaya flushing dibanding kuras biasa?
Flushing bisa 2–3 kali lebih mahal dibanding drain & refill. - Apakah CVT lebih ringkih dari AT?
Tidak. CVT hanya lebih sensitif terhadap jenis oli dan pola pemakaian.
Kesimpulan: CVT Tidak Butuh Flushing, Tapi Butuh Perawatan Tepat
Berdasarkan penjelasan teknis dari praktisi bengkel, mobil dengan transmisi CVT tidak membutuhkan flushing oli matik seperti transmisi otomatis konvensional (AT). Sistem CVT lebih sederhana dan tidak memiliki planetary gear yang menyimpan sisa oli di celah-celah kompleks.
Perawatan terbaik untuk CVT adalah:
-
Ganti oli secara berkala
-
Gunakan oli khusus CVT
-
Hindari flushing jika tidak direkomendasikan pabrikan
-
Lakukan servis di bengkel terpercaya
Jangan sampai kurangnya informasi membuat Anda mengeluarkan biaya yang sebenarnya tidak perlu.
Ingin Membuka Bengkel Sendiri?
Jika Anda tertarik membangun bisnis bengkel mobil profesional dan terpercaya, pelajari sistem manajemen, peralatan, hingga strategi pemasarannya di:
👉 https://setupbengkel.com
👉 https://setupbengkelmobil.com
📲 Konsultasi via WhatsApp: (+62 852-2769-9933)
Bangun bengkel yang jujur, profesional, dan dipercaya pelanggan.