/photo/2025/10/17/img20251017104356_copy_3912x2934-20251017020002.jpg)
Tekanan angin ban sering kali dianggap sepele oleh pemilik mobil. Banyak pengendara yang tetap melanjutkan perjalanan meskipun kondisi ban mobil terlihat kempis atau kurang angin. Padahal, membiarkan ban mobil kempis dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan serius dan membahayakan keselamatan.
Lalu, benarkah ban mobil kempis bikin ban cepat rusak? Apa saja dampaknya bagi kendaraan? Dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut ulasan lengkap berdasarkan penjelasan bengkel dan sumber tepercaya.
Pentingnya Tekanan Angin Ban Sesuai Standar Pabrikan
Tekanan angin ban standar adalah acuan dasar yang wajib diketahui setiap pemilik kendaraan, baik mobil bermesin konvensional maupun mobil listrik (EV). Standar tekanan angin ban biasanya tercantum pada:
-
Pilar pintu pengemudi
-
Tutup tangki bensin
-
Buku manual kendaraan
Tekanan angin ban tidak dibuat sembarangan. Angka tersebut sudah dihitung untuk menjaga:
-
Kenyamanan berkendara
-
Stabilitas kendaraan
-
Efisiensi bahan bakar
-
Umur pakai ban
Jika tekanan angin terlalu rendah (ban kempis), maka ban tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Dampak Ban Mobil Kempis Jika Terus Digunakan
1. Struktur Dinding Ban Mengalami Stres Berlebih
Menurut Aziz, mekanik dari bengkel Wisma Ban, Tambun, Bekasi, ban yang sering dibiarkan kempis lalu tetap digunakan akan mengalami tekanan berlebih di bagian tertentu.
“Kalau ban sering kempis dan mobil terus dipakai, itu bisa membuat stres di bagian dinding ban,” jelas Aziz.
Dinding ban (sidewall) bukan dirancang untuk menopang beban kendaraan sepenuhnya. Saat tekanan angin kurang, beban mobil justru ditahan oleh dinding ban, bukan oleh permukaan tapak ban.
2. Risiko Ban Benjol (Sidewall Bubble)
Salah satu efek paling sering terjadi akibat ban mobil kempis adalah munculnya benjolan di dinding ban.
Benjolan ini terjadi karena:
-
Lapisan dinding ban sobek
-
Struktur internal ban terlepas
-
Udara menembus lapisan dalam ban
Jika sudah muncul benjolan, ban tidak lagi layak pakai.
⚠️ Ban benjol sangat berbahaya karena berisiko meledak, terutama saat:
-
Melaju di kecepatan tinggi
-
Melewati jalan rusak
-
Terkena panas berlebih
3. Ban Lebih Cepat Aus dan Tidak Merata
Ban kempis menyebabkan tapak ban tidak menapak secara optimal. Akibatnya:
-
Bagian pinggir ban lebih cepat aus
-
Umur ban jadi jauh lebih pendek
-
Traksi berkurang, terutama saat hujan
Dalam jangka panjang, ini membuat pemilik mobil lebih sering ganti ban, yang tentu menambah biaya perawatan.
4. Konsumsi BBM Jadi Lebih Boros
Ban kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar. Dampaknya:
-
Mesin bekerja lebih keras
-
Konsumsi bahan bakar meningkat
-
Performa kendaraan menurun
Pada mobil listrik, kondisi ini bahkan bisa mengurangi jarak tempuh baterai (range) secara signifikan.
5. Risiko Kecelakaan Lebih Tinggi
Ban kempis memengaruhi:
-
Stabilitas saat menikung
-
Jarak pengereman
-
Kontrol kendaraan secara keseluruhan
Dalam kondisi darurat, ban dengan tekanan angin tidak ideal bisa gagal memberikan grip yang cukup.
Apakah Ban Kempis Masih Bisa Dipompa dan Dipakai?
Jawabannya: tergantung kondisi ban.
Ban Masih Aman Digunakan Jika:
-
Tidak ada benjolan di dinding ban
-
Tidak terlihat sobekan atau retakan
-
Hanya kurang angin ringan
Namun, ban harus segera diperiksa dan diisi angin sesuai standar.
Ban Harus Diganti Jika:
-
Sudah muncul benjolan
-
Struktur dinding ban rusak
-
Ban sering kempis meski sudah ditambal
Bengkel umumnya tidak menyarankan perbaikan pada dinding ban yang rusak karena faktor keselamatan.
Tips Bengkel agar Ban Mobil Tidak Cepat Rusak
- Cek Tekanan Angin Minimal 2 Minggu Sekali
Gunakan alat ukur tekanan angin (tire pressure gauge) agar lebih akurat. - Isi Angin Saat Ban Dingin
Tekanan angin paling akurat diukur saat ban belum digunakan. - Jangan Tunggu Ban Terlihat Kempis
Ban modern sering terlihat normal meski tekanannya sudah berkurang cukup banyak. - Perhatikan Muatan Kendaraan
Muatan berlebih memerlukan penyesuaian tekanan angin. - Segera Periksa Jika Mobil Terasa Tidak Stabil
Setir terasa berat, mobil limbung, atau getaran tidak wajar bisa jadi tanda tekanan ban bermasalah.
Perhatian Khusus untuk Mobil Listrik (EV)
Mobil listrik memiliki bobot lebih berat karena baterai. Artinya:
-
Ban bekerja lebih keras
-
Tekanan angin harus benar-benar ideal
-
Risiko kerusakan ban lebih tinggi jika kempis
Pemilik EV wajib lebih disiplin dalam perawatan tekanan angin ban.
FAQ: Pertanyaan Seputar Ban Mobil Kempis
- Apakah ban mobil kempis pasti rusak?
Tidak selalu, tapi risikonya sangat besar jika terus digunakan tanpa perbaikan. - Berapa tekanan angin ban mobil yang ideal?
Tergantung jenis kendaraan, umumnya antara 30–36 PSI, lihat rekomendasi pabrikan. - Apakah ban benjol masih bisa dipakai?
Tidak. Ban benjol wajib diganti karena berisiko meledak. - Seberapa sering ban harus dicek?
Idealnya setiap 2 minggu sekali atau sebelum perjalanan jauh. - Apakah nitrogen lebih baik dari angin biasa?
Nitrogen lebih stabil terhadap perubahan suhu, tapi yang terpenting tetap tekanan sesuai standar.
Peluang Usaha: Bengkel Ban dan Servis Mobil Masih Sangat Menjanjikan
Masih banyak pemilik mobil yang kurang peduli dengan tekanan angin ban. Ini menunjukkan edukasi dan layanan bengkel masih sangat dibutuhkan.
Jika kamu tertarik:
👉 Ingin membuat bengkel mobil atau bengkel ban?
Kunjungi:
Untuk konsultasi dan panduan lengkap, silakan hubungi WhatsApp yang tersedia di situs resmi.
Ringkasan Akhir
-
Ban mobil kempis bisa menyebabkan kerusakan serius, terutama di dinding ban
-
Risiko paling berbahaya adalah ban benjol dan meledak
-
Ban kempis membuat ban cepat aus, boros BBM, dan berbahaya
-
Tekanan angin ban wajib dicek secara rutin
-
Jika sudah ada benjolan, ban harus diganti
-
Perawatan ban yang baik meningkatkan keselamatan dan efisiensi kendaraan
Menjaga tekanan angin ban bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan dan umur kendaraan.