/photo/2020/12/09/2010493730.jpg)
Gonta-ganti Oli Mesin Masih Jadi Perdebatan
Gonta-ganti merek oli mesin mobil sering menjadi topik perdebatan di kalangan pemilik kendaraan. Sebagian orang percaya bahwa mengganti merek oli secara berkala dapat berdampak buruk pada performa mesin, sementara yang lain menganggapnya aman selama spesifikasinya sesuai. Lalu, mana yang benar?
Pertanyaan seperti “Bolehkah mobil gonta-ganti merek oli mesin?” atau “Apakah ganti merek oli bikin mesin cepat rusak?” kerap muncul, terutama saat pemilik mobil tergiur promo atau rekomendasi bengkel tertentu.
Untuk menjawab keraguan tersebut, bengkel spesialis angkat bicara dan memberikan penjelasan teknis yang cukup penting untuk dipahami oleh pemilik kendaraan.
Penjelasan Bengkel Spesialis Soal Ganti-ganti Merek Oli
Menurut Sen-sen dari Senja Otomotive, bengkel spesialis yang menangani berbagai jenis kendaraan, gonta-ganti merek oli mesin pada dasarnya boleh dilakukan, asalkan memenuhi syarat utama.
Spesifikasi Oli Harus Sama
“Sebenarnya ganti-ganti merek oli mesin sah-sah saja, asal spesifikasinya sama, baik dari viskositas, bahan dasar oli, sampai API service,” jelas Sen-sen.
Artinya, meskipun merek berbeda, selama spesifikasi teknis oli tetap sesuai rekomendasi pabrikan, maka mesin tetap dapat bekerja secara optimal dan aman.
Spesifikasi yang dimaksud antara lain:
-
Viskositas oli (contoh: 5W-30, 10W-40)
-
API Service (API SN, SP, dll)
-
ACEA atau standar internasional lain
-
Jenis base oil (mineral, semi-sintetik, full sintetik)
Jika salah satu aspek tersebut berbeda, maka risiko terhadap mesin akan meningkat.
Risiko Gonta-ganti Merek Oli Mesin
Meski diperbolehkan, bengkel spesialis tetap mengingatkan adanya potensi efek jangka panjang jika terlalu sering gonta-ganti merek oli mesin.
Lapisan Film Oli Tidak Optimal
Salah satu risiko utama adalah lapisan film oli yang tidak menempel secara optimal pada komponen mesin.
Film oli berfungsi sebagai:
-
Pelindung gesekan antar komponen
-
Pendingin tambahan
-
Pencegah keausan dini
-
Pembersih kerak dan residu
Setiap merek oli memiliki formula aditif yang berbeda, meskipun spesifikasinya sama. Ketika sering berganti merek, sisa aditif lama dapat bercampur dengan aditif baru dan membuat lapisan film oli tidak bekerja maksimal.
Gesekan Mesin Bisa Meningkat
Jika film oli tidak terbentuk sempurna, maka:
-
Gesekan antar komponen mesin meningkat
-
Suhu kerja mesin lebih tinggi
-
Komponen lebih cepat aus
-
Potensi bunyi kasar mesin
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menurunkan usia pakai mesin.
Kapan Gonta-ganti Oli Mesin Masih Aman Dilakukan?
Ganti merek oli mesin masih tergolong aman jika dilakukan dalam kondisi berikut:
- Spesifikasi Oli Benar-benar Sama
Pastikan viskositas, API service, dan standar lainnya identik dengan oli sebelumnya dan sesuai rekomendasi pabrikan. - Dilakukan Saat Ganti Oli Rutin
Jangan mencampur oli lama dan baru dari merek berbeda. Idealnya, penggantian dilakukan saat oli lama sudah dikuras habis. - Mesin dalam Kondisi Normal
Jika mesin bermasalah, lebih baik tetap menggunakan oli yang sama hingga kondisi stabil. - Tidak Terlalu Sering Berganti
Berganti merek setiap satu kali servis masih relatif aman, tetapi berganti-ganti terus-menerus tidak disarankan.
Lebih Baik Setia pada Satu Merek Oli?
Banyak bengkel spesialis justru menyarankan konsistensi dalam penggunaan oli mesin.
Keuntungan Setia pada Satu Merek Oli:
-
Lapisan film oli lebih stabil
-
Adaptasi aditif lebih optimal
-
Karakter pelumasan mesin lebih konsisten
-
Risiko gesekan berlebih lebih kecil
Jika sudah menemukan merek oli yang cocok, mesin halus, dan konsumsi oli stabil, maka tidak ada alasan kuat untuk sering berpindah merek.
Tips Memilih Oli Mesin yang Tepat untuk Mobil
Agar mesin tetap awet dan performa terjaga, berikut tips memilih oli mesin yang benar:
✔ Ikuti Buku Manual Kendaraan
Buku manual selalu menjadi rujukan utama soal viskositas dan standar oli.
✔ Perhatikan Usia dan Kilometer Mobil
Mobil lama dengan jarak tempuh tinggi biasanya membutuhkan viskositas yang berbeda dari mobil baru.
✔ Sesuaikan dengan Pola Pemakaian
Mobil harian di dalam kota berbeda kebutuhannya dengan mobil perjalanan jauh atau beban berat.
✔ Jangan Tergiur Harga Murah
Oli murah tapi tidak sesuai spesifikasi bisa berdampak mahal di kemudian hari.
FAQ – Pertanyaan Umum Seputar Gonta-ganti Merek Oli Mesin
- Apakah ganti merek oli mesin bisa merusak mesin?
Tidak secara langsung, selama spesifikasinya sama. Namun, jika terlalu sering berganti, risiko keausan jangka panjang bisa meningkat. - Bolehkah mencampur oli dari merek berbeda?
Tidak disarankan. Campuran aditif berbeda bisa menurunkan performa pelumasan. - Lebih bagus oli pabrikan atau aftermarket?
Keduanya sama-sama baik selama memenuhi spesifikasi. Oli aftermarket berkualitas juga banyak yang unggul. - Berapa kali idealnya ganti oli mesin?
Umumnya setiap 5.000–10.000 km, tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian. - Apakah ganti merek oli perlu flushing mesin?
Tidak selalu. Flushing dianjurkan jika mesin kotor atau berpindah jenis oli secara ekstrem.
Ringkasan Akhir
-
Gonta-ganti merek oli mesin boleh dilakukan
-
Syarat utama: spesifikasi harus sama dengan rekomendasi pabrikan
-
Risiko utama ada pada lapisan film oli yang kurang optimal
-
Terlalu sering berganti merek tidak disarankan
-
Konsistensi penggunaan oli lebih baik untuk jangka panjang
-
Edukasi oli yang benar penting bagi pemilik mobil maupun calon pengusaha bengkel
Dengan pemahaman yang tepat, pemilik kendaraan bisa menjaga mesin tetap awet, dan pelaku usaha bengkel bisa memberikan layanan yang lebih profesional dan terpercaya.
Peluang Bisnis: Bengkel Oli dan Servis Mobil Masih Sangat Menjanjikan
Tingginya kebutuhan perawatan kendaraan membuat bisnis bengkel mobil dan ganti oli tetap relevan dan menguntungkan. Edukasi soal oli, seperti isu gonta-ganti merek ini, justru membuka peluang kepercayaan pelanggan.
👉 Jika Anda tertarik membuka bengkel mobil atau bengkel oli profesional, kunjungi:
Untuk konsultasi dan pendampingan, silakan hubungi WhatsApp yang tersedia di website tersebut.