Montir Otodidak Asal Purbalingga Bertahan Merawat Mobil Lawas di Tengah Perubahan Zaman

Di tengah pesatnya prkembangan teknologi otomotif dan dominasi mobil modern berbasis elektronik, sosok Lasdiman tetap setia menekuni dunia perbengkelan mobil lawas. Pria berusia 66 tahun asal Purbalingga ini telangbdikan hidupnya lebih dari empat dekade sebagai montir otodidak, merawat kendaraan-kendaraan tua yang masih menjadi andalan para pemiliknya.

Dengan pengalaman panjang dan ketekunan tinggi, Lasdiman membuktikan bahwa keahlian tidak selalu lahir dari pendidikan formal, tetapi bisa ditempa melalui jam terbang dan komitmen jangka panjang.

Perjalanan Panjang Sejak Awal 1980-an

Lasdiman mulai mengenal dunia bengkel pada tahun 1981. Saat itu, ia pertama kali terjun sebagai pekerja bengkel dengan fokus pada pembuatan bodi kendaraan. Selama kurang lebih lima tahun, ia mengasah kemampuannya dalam membentuk dan memperbaiki bodi mobil, mulai dari rangka hingga panel luar.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami konstruksi kendaraan secara menyeluruh. Setelah itu, ia dipercaya menangani bagian kaca kendaraan, mulai dari pemotongan hingga pemasangan kaca mobil. Perpindahan antar bagian bengkel ini memperluas wawasan teknisnya, membuat Lasdiman semakin memahami karakter mobil dari berbagai sisi.

Fokus pada Mesin Mobil dan Mobil Lawas

Seiring berjalannya waktu, Lasdiman akhirnya menemukan spesialisasi utamanya, yakni perbaikan mesin mobil. Meski mampu menangani perbaikan ringan sepeda motor, ia mengaku lebih memusatkan keahliannya pada mobil.

“Yang utama memang mobil, motor hanya kalau punya sendiri,” ujarnya sederhana.

Lasdiman dikenal sebagai montir yang kerap menangani mobil-mobil tua. Kendaraan lawas, menurutnya, membutuhkan pendekatan berbeda dibanding mobil modern. Selain kondisi usia, tantangan terbesar adalah keterbatasan suku cadang yang sudah tidak lagi diproduksi.

Kreativitas Mengatasi Keterbatasan Suku Cadang

Dalam merawat mobil lawas, kreativitas menjadi kunci utama. Lasdiman sering kali harus “mengakali” komponen agar kendaraan tetap bisa digunakan tanpa membebani pemilik dengan biaya besar.

“Kita kasihan pemilik mobil tua. Barangnya sudah tidak ada, tapi mobil harus tetap jalan,” ungkapnya.

Pendekatan ini membuatnya dikenal sebagai montir yang solutif dan berpihak pada pelanggan. Ia tidak langsung menyarankan penggantian suku cadang baru, melainkan mencari alternatif perbaikan yang aman dan fungsional.

Bengkel Fleksibel dan Layanan ke Luar Kota

Bengkel Lasdiman yang berbasis di Purbalingga tidak hanya melayani pelanggan lokal. Ia juga kerap menerima panggilan ke luar kota, termasuk wilayah Sleman dan sekitarnya.

Dalam pengerjaannya, Lasdiman menyesuaikan dengan kebutuhan pemilik kendaraan. Untuk pengadaan suku cadang, biasanya dilakukan langsung oleh pemilik mobil sesuai kesepakatan. Fleksibilitas inilah yang membuat jasanya tetap diminati meski usianya tak lagi muda.

Kepercayaan Pelanggan Jadi Modal Utama

Salah satu pelanggan setianya, Yadi, mengaku tidak ragu mempercayakan mobil tuanya kepada Lasdiman meski harus menunggu jadwal.

“Kalau mobil tua saya bermasalah, saya panggil Pak Lasdiman karena sudah percaya. Beliau selalu mengakali agar tidak perlu beli sparepart baru,” ujar Yadi.

Kepercayaan pelanggan inilah yang menjadi modal utama Lasdiman untuk terus bertahan di tengah persaingan bengkel modern.

Bertahan di Tengah Perubahan Industri Otomotif

Industri otomotif terus berubah. Mobil-mobil terbaru kini sarat dengan sistem elektronik dan komputerisasi. Namun, keberadaan montir seperti Lasdiman tetap relevan, terutama bagi pemilik kendaraan lawas yang membutuhkan sentuhan tangan berpengalaman.

Keahliannya menunjukkan bahwa bengkel mobil tidak selalu harus canggih dan serba digital. Kejujuran, keterampilan, dan kepuasan pelanggan tetap menjadi fondasi utama dalam usaha perbengkelan.

Harapan Sederhana Seorang Montir Senior

Di usianya yang kini menginjak 66 tahun, Lasdiman tidak memiliki harapan muluk. Ia hanya ingin terus bekerja dengan tenang dan memberikan kepuasan bagi para pemilik kendaraan.

“Yang penting kita sering bersama, yang punya mobil puas, dan mobilnya bisa jalan,” tuturnya.

Kisah Lasdiman menjadi inspirasi bahwa ketekunan dan pengalaman panjang dapat menciptakan keahlian yang bernilai tinggi, bahkan tanpa latar belakang pendidikan formal.

Tertarik Membuka Bengkel Mobil Sendiri?

Kisah Lasdiman membuktikan bahwa usaha bengkel mobil memiliki prospek jangka panjang jika dijalankan dengan keahlian dan komitmen. Jika kamu tertarik membangun bengkel mobil sendiri, mulai dari perencanaan hingga peralatan, kamu bisa mendapatkan panduan lengkap di sini:

👉 Bikin Bengkel Mobil: Setup Bengkel Mobil
📱 WhatsApp Konsultasi: https://web.whatsapp.com/send?phone=6285227699933 

Dapatkan arahan tepat untuk memulai bengkel mobil yang profesional dan berkelanjutan.

Sumber:  rri.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *